Hai aku Tika begitulah teman-temanku
biasa memanggilku. Sekarang ini aku sudah memulai pendidikan baru lagi loh,
sudah menjadi mahasiswa bukan siswa lagi. Tentunya juga dengan cara pengajaran
dan belajar yang berbeda, tanggung jawabnya pun berbeda alias makin besar. Aku
mau berbagi sedikit pengalamanku saat pertama memuali masuk kuliah.
Saat pengenalan program studi aku
tentunya dengan mahsiswa baru yang lainnya diwajibkan menggunakan kemeja putih
dan rok hitam bagi yang peremuan dan untuk yang laki-laki menggunakan celana
bahan berwarna hitam. Di sana kita belum mengenal satu sama lain. Saat itu aku
bertemu dan berkenalan dengan temanku yang bernama Irma, Wulan, Della, dan
Ellysa. Di situ kita mulai bersama-sama dari mulai duduk, membuat persiapan
untuk ospek, dan lain-lain. Untungnya saat kita ospek kita berlima satu
kelompok, jadi kita masih bersama-sama terus.
Saat ospek aku, Irma, Wulan, Della,
dan Ellysa janjian untuk datang bersama-sama. Ketika baru datang di depan
gerbang kita sudah diperintahkan untuk segera masuk area kampus yang sudah
dipersiapkan untuk menjadi tempat ospek. Kita semua para mahasiswa baru
diperintahkan untuk membuat barisan dan memakai atribut yang diperintahkan
untuk dibawa saat ospek. Acara pertama saat ospek kita disuruh lari ditempat
sambil menyanyikan lagu wajib “Indonesia Raya” dan lagu mars kampus kami. Acara
selanjutnya kita mendapat pengarahan dari para dosen, kemudian kita bermain
games, pokoknya seru-seruan tidak seperti yang kita banyangkan bahwa ospek itu
mengerikan.
Saat pembagian kelas ternyata kita
berlima tidak sekelas dan itu rasanya agak sedih. Saat kita mulai akrab kita
sudah dipisahkan oleh kelas. Tetapi disitu bukan akhir dari segalanya karena
bergaul itu dengan siapa saja, kita harus memperbanyak teman. Hari pertama aku
mulai masuk kuliah aku bertemu dengan teman baru satu kelas yang bernama Nila.
Nila itu teman perempuan yang berani yang baru aku temui.
Saat memulai kelas pertama kita semua
mahasiswa baru saling memperkenalkan diri. Saat dosen pertama memulai untuk
pemilihan ketua kelas, Nila dengan berani mengajukan diri menjadi ketua kelas.
Menurut aku itu hal yang jarang terjadi, biasanya kalau tidak dipilih atau
dipaksa jarang ada yang mau untuk menjadi ketua kelas karena tanggung jawabnya
besar. Tetapi Nila dengan beraninya mau untuk mencalonkan diri sebagai ketua
kelas. Tentunya dengan visi misi yang bagus dan tidak meragukan, semoga saja
visi dan misi yang dia janjikan bukan omong kosong alias bisa dipertanggung
jawabkan.
Hari demi hari telah aku lalui dan
aku pun lebih akrab dengan teman yang lainnya. Ada salah satu temanku yang
bernama Ningsih, dia itu agak cerewet tapi orangnya lucu dan baik. Berbeda
dengan temanku Annisa, kalau Annisa orangnya lebih pendiam tapi orangnya juga
baik. Kalau Rani orangnya tidak bisa diam, apa dia tidak merasakan lelah yaa?
tapi Rani juga baik dengan rasa setia kawan yang lebih tinggi
Semua ini yang bisa aku jadikan
pelajaran adalah dengan menjadi
mahasiswa tentunya berbeda dengan siswa. Mahasiswa tanggung jawabnya
lebih besar, jadi lebih mandiri, lebih kreatif, lebih berpikir dewasa bagaimana
kedepannya untuk meraih cita-cita kita agar semuanya tidak sia-sia. Dalam hal
pertemanan tidak ada batas, kita harus berteman dengan siapa saja, karena
nantinya kita bisa saling berbagi dalam pengalaman, berbagi ilmu, dan masih
banyak lagi. Sampai sini dulu yang bisa aku ceritakan, semoga bermanfaat
nantinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar