Hai saya Tika, saya
baru saja lulus dari SMP. Saya bingung ingin melanjutkan ke sekolah menengah
tingkat atas antara SMA atau SMK. Yang membuat saya lebih bingung adalah ayah
saya merekomendasikan saya untuk melanjutkan ke SMA, sedangkan ibu saya merekomendasikan
saya untuk melanjutkan ke SMK. Tentunya hal ini membuat saya lebih galau,
begitulah menurut remaja mengibaratkannya.
Ayah saya berpendapat
kalau masuk SMA ketika kita ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi jangkauannya
lebih luas. Maksudnya adalah kita bisa memilih fakultas apapun, karena sesuai
dengan plajarannya pun yang diajarkan lebih bersifat umum tidak seperti SMK. Kalau
menurut pendapat ibu saya SMK itu lebih dibekali dengan praktek sehingga lebih
dipersiapkan untuk bekerja, tidak seperti SMA yang kurikulumnya lebih banyak ke
teori. Selai itu alas an ibu saya merekomendasikan saya untuk masuk SMK yaitu SMK
sudah sejak lama merupakan sekolah yang identik dengan pencetak orang-orang
yang handal di dunia kerja serta dituntut untuk lebih mandiri.
Menurut ayah dan ibu saya semua itu
kembali lagi kepada saya karena semua itu yang akan menjalankan adalah saya. Yaa…
memang benar saya yang menjalankan semuanya untuk ke depannya dan itu membuat
saya semakin bingung. Alasan lain yang membuat saya bingung adalah kalau saya
masuk SMA saya sudah merasa takut tidak sanggup ketika mengikuti pelajaran IPA
Fisika, karena saya lemah dalam peajaran IPA Fisika. Kalau saya masuk SMK saya
juga masih merasa belum siap untuk langsung bekerja ketika lulus nanti.
Akhirnya
saya mendaftarkan diri untuk masuk SMA walaupun dalam hati masih berfikir terus
ingin masuk SMA atau SMK. Saya pun masih terus menerus berfikir-berfikir dan
berfikir apa yang harus saya ambil, karena itu juga kan akan mempengaruhi masa
depan saya nantinya. Saya berusaha bertanya ke sana ke mari mencari masukan dan
pendapat antara SMA atau SMK tetapi orang-orang yang saya tanyakan pun
berkesimpulan bahwa keputusan ada di saya karena itu sudah menyangkut masa
depan saya nantinya. Mungkin diantara teman-teman saya yang lain hanya saya
yang masih bingung dengan keputusan yang harus saya ambil.
Ketika
hari H untuk menjalani tes masuk SMA saya langsung berfikir bulat saya akan
melanjutkan ke SMK. Ayah dan ibu saya pun menyetujuinya dan mereka langsung
mencari SMK yang masih membuka pendaftaran untuk tahun ajaran baru. Saya berfikir
apa keputusan yang saya ambil itu benar atau tidak, tapi dengan membaca
Basmallah semoga keutusan yang saya ambil itu benar dan tidak mengecewakan
siapa pun terutama kedua orang tua saya. Akhirnya saya masuk SMK ya walaupun
swasta tetapi saya bangga karena saya Alhamdulillah selalu mendapat prestasi.
SEKIAN…