Selasa, 29 Oktober 2013

Antara SMK dan SMA


Hai saya Tika, saya baru saja lulus dari SMP. Saya bingung ingin melanjutkan ke sekolah menengah tingkat atas antara SMA atau SMK. Yang membuat saya lebih bingung adalah ayah saya merekomendasikan saya untuk melanjutkan ke SMA, sedangkan ibu saya merekomendasikan saya untuk melanjutkan ke SMK. Tentunya hal ini membuat saya lebih galau, begitulah menurut remaja mengibaratkannya.
Ayah saya berpendapat kalau masuk SMA ketika kita ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi jangkauannya lebih luas. Maksudnya adalah kita bisa memilih fakultas apapun, karena sesuai dengan plajarannya pun yang diajarkan lebih bersifat umum tidak seperti SMK. Kalau menurut pendapat ibu saya SMK itu lebih dibekali dengan praktek sehingga lebih dipersiapkan untuk bekerja, tidak seperti SMA yang kurikulumnya lebih banyak ke teori. Selai itu alas an ibu saya merekomendasikan saya untuk masuk SMK yaitu SMK sudah sejak lama merupakan sekolah yang identik dengan pencetak orang-orang yang handal di dunia kerja serta dituntut untuk lebih mandiri.
          Menurut ayah dan ibu saya semua itu kembali lagi kepada saya karena semua itu yang akan menjalankan adalah saya. Yaa… memang benar saya yang menjalankan semuanya untuk ke depannya dan itu membuat saya semakin bingung. Alasan lain yang membuat saya bingung adalah kalau saya masuk SMA saya sudah merasa takut tidak sanggup ketika mengikuti pelajaran IPA Fisika, karena saya lemah dalam peajaran IPA Fisika. Kalau saya masuk SMK saya juga masih merasa belum siap untuk langsung bekerja ketika lulus nanti.
          Akhirnya saya mendaftarkan diri untuk masuk SMA walaupun dalam hati masih berfikir terus ingin masuk SMA atau SMK. Saya pun masih terus menerus berfikir-berfikir dan berfikir apa yang harus saya ambil, karena itu juga kan akan mempengaruhi masa depan saya nantinya. Saya berusaha bertanya ke sana ke mari mencari masukan dan pendapat antara SMA atau SMK tetapi orang-orang yang saya tanyakan pun berkesimpulan bahwa keputusan ada di saya karena itu sudah menyangkut masa depan saya nantinya. Mungkin diantara teman-teman saya yang lain hanya saya yang masih bingung dengan keputusan yang harus saya ambil.
          Ketika hari H untuk menjalani tes masuk SMA saya langsung berfikir bulat saya akan melanjutkan ke SMK. Ayah dan ibu saya pun menyetujuinya dan mereka langsung mencari SMK yang masih membuka pendaftaran untuk tahun ajaran baru. Saya berfikir apa keputusan yang saya ambil itu benar atau tidak, tapi dengan membaca Basmallah semoga keutusan yang saya ambil itu benar dan tidak mengecewakan siapa pun terutama kedua orang tua saya. Akhirnya saya masuk SMK ya walaupun swasta tetapi saya bangga karena saya Alhamdulillah selalu mendapat prestasi. SEKIAN…

Selasa, 08 Oktober 2013

Pengalaman Baru


Hai aku Tika begitulah teman-temanku biasa memanggilku. Sekarang ini aku sudah memulai pendidikan baru lagi loh, sudah menjadi mahasiswa bukan siswa lagi. Tentunya juga dengan cara pengajaran dan belajar yang berbeda, tanggung jawabnya pun berbeda alias makin besar. Aku mau berbagi sedikit pengalamanku saat pertama memuali masuk kuliah.
Saat pengenalan program studi aku tentunya dengan mahsiswa baru yang lainnya diwajibkan menggunakan kemeja putih dan rok hitam bagi yang peremuan dan untuk yang laki-laki menggunakan celana bahan berwarna hitam. Di sana kita belum mengenal satu sama lain. Saat itu aku bertemu dan berkenalan dengan temanku yang bernama Irma, Wulan, Della, dan Ellysa. Di situ kita mulai bersama-sama dari mulai duduk, membuat persiapan untuk ospek, dan lain-lain. Untungnya saat kita ospek kita berlima satu kelompok, jadi kita masih bersama-sama terus.
Saat ospek aku, Irma, Wulan, Della, dan Ellysa janjian untuk datang bersama-sama. Ketika baru datang di depan gerbang kita sudah diperintahkan untuk segera masuk area kampus yang sudah dipersiapkan untuk menjadi tempat ospek. Kita semua para mahasiswa baru diperintahkan untuk membuat barisan dan memakai atribut yang diperintahkan untuk dibawa saat ospek. Acara pertama saat ospek kita disuruh lari ditempat sambil menyanyikan lagu wajib “Indonesia Raya” dan lagu mars kampus kami. Acara selanjutnya kita mendapat pengarahan dari para dosen, kemudian kita bermain games, pokoknya seru-seruan tidak seperti yang kita banyangkan bahwa ospek itu mengerikan.
Saat pembagian kelas ternyata kita berlima tidak sekelas dan itu rasanya agak sedih. Saat kita mulai akrab kita sudah dipisahkan oleh kelas. Tetapi disitu bukan akhir dari segalanya karena bergaul itu dengan siapa saja, kita harus memperbanyak teman. Hari pertama aku mulai masuk kuliah aku bertemu dengan teman baru satu kelas yang bernama Nila. Nila itu teman perempuan yang berani yang baru aku temui.
Saat memulai kelas pertama kita semua mahasiswa baru saling memperkenalkan diri. Saat dosen pertama memulai untuk pemilihan ketua kelas, Nila dengan berani mengajukan diri menjadi ketua kelas. Menurut aku itu hal yang jarang terjadi, biasanya kalau tidak dipilih atau dipaksa jarang ada yang mau untuk menjadi ketua kelas karena tanggung jawabnya besar. Tetapi Nila dengan beraninya mau untuk mencalonkan diri sebagai ketua kelas. Tentunya dengan visi misi yang bagus dan tidak meragukan, semoga saja visi dan misi yang dia janjikan bukan omong kosong alias bisa dipertanggung jawabkan.
Hari demi hari telah aku lalui dan aku pun lebih akrab dengan teman yang lainnya. Ada salah satu temanku yang bernama Ningsih, dia itu agak cerewet tapi orangnya lucu dan baik. Berbeda dengan temanku Annisa, kalau Annisa orangnya lebih pendiam tapi orangnya juga baik. Kalau Rani orangnya tidak bisa diam, apa dia tidak merasakan lelah yaa? tapi Rani juga baik dengan rasa setia kawan yang lebih tinggi
Semua ini yang bisa aku jadikan pelajaran adalah dengan menjadi  mahasiswa tentunya berbeda dengan siswa. Mahasiswa tanggung jawabnya lebih besar, jadi lebih mandiri, lebih kreatif, lebih berpikir dewasa bagaimana kedepannya untuk meraih cita-cita kita agar semuanya tidak sia-sia. Dalam hal pertemanan tidak ada batas, kita harus berteman dengan siapa saja, karena nantinya kita bisa saling berbagi dalam pengalaman, berbagi ilmu, dan masih banyak lagi. Sampai sini dulu yang bisa aku ceritakan, semoga bermanfaat nantinya.